Jumat, 01 Agustus 2014

Review film: Runaway (Indonesian, 2014)

Jadi ceritanya waktu itu gw lagi bosen banget abis mudik, mana diingetin mulu sing bien-bien lagi, akhirnya gw mau melakukan sesuatu yang gw suka, yaitu nonton film. Gw tau film di bioskop lagi gak ada yang bagus, jadinya daripada gw nonton film jelek tapi nanggung, mending nonton film yang gw yakin jelek banget, dan runaway lah pilihannya.
Ide cerita film ini kaga jelas banget, kalo bisa ditulis: seorang anak laki-laki tajir ketemu cewek miskin terus ceweknya rada jual mahal makanya cowoknya tertarik, terus ceweknya diculik dan cowoknya mati nyelametin cewek itu. Premisnya sih begini, tapi lo harus nonton sendiri betapa absurdnya ini film.
Dari awal udah ada adegan si cewek yang ceritanya sih miskin, tapi cantiknya gak realistis, itu mah cewwek-cewek tajir jakarta kayak gitu, jadi copet gara-gara nyokapnya sakit-sakitan, dan doi nyopet sama omnya yang tolol banget, udah tau butuh duit banyak buat ngobatin kakaknya, malah hobinya judi dan duitnya abis mulu. Abis itu si cowok dateng dari jakarta ke hongkong, sampe lupa kan ini shootingnya semuanya di hongkong. Si om tolol abis itu judi lagi, emang bego tuh orang udah tau gak pernah menang hobinya judi mulu, tempat judinya abis itu digrebek mafia hongkong gara2 punya utang, nah disini plot twistnya. Bos mafianya bisa dan lancar ngomong pake bahasa Indonesia, padahal dia bos mafia hongkong. Gak ngerti sih gw, apa nih bos sebenernya dulu mafia glodok dan mangga dua, terus expand ke hongkong atau gimana, gak ngerti deh gw pokoknya.
Trus besoknya cewek cantik ini (namanya tala btw) nyopet lagi, kali ini korbannya anak orang kaya yang pindah dari jakarta ke hongkong bakal expand bisnis, anaknya ketauan anak spoiled brat ala meteor garden gitu deh. Terjadilah aksi kejar-kejaran, tapi akhirnya gagal. Cowok ini saking tajirnya gak peduli dompetnya ilang, lapor polisi aja kaga, padahal isi dompetnya ada paspornya. Nah disini ceweknya nyelinap masuk ke apartemen si cowok dan nyolong duit. Tapi bukannya langsung balik malah tidur-tiduran dulu. Untung cantik lo, kalo kaga bego banget wkwk. Akhirnya besoknya mereka ketemu dan bumbu-bumbu drama mulai disajikan disini, tentu saja dengan kehadiran orang ketiga basic bitch yang kaya dan sangat slutty baru ketemu si cowok tajir aja udah berani megang-megang paha cowoknya, dih. Biar cakep juga jijik sih.

Adegan-adegan selanjutnya ya gitu deh dialog-dialog gombal yang bikin lo pengen noyor scriptwriter-nya kalo sampe ketemu, sepanjang film udah gak ngerti lagi deh ini gimana bisa bikin film kayak gini. Akhirnya muncul deh adegan klimaks. Mafia hongkong motong jari si om tolol yang namanya toni ini karena gagal bayar utang. Ohiya btw dia ngilangin duit bosnya gara-gara ketololannya maen sama pelacur sambil mabok. Karena diancem ditembak akhirnya dia rencanain buat nyulik si cowok kaya yang namanya musa biar bapaknya musa bisa ngasih duit banyak dan nyawanya diselametin, cuman karena kesian sama musa, dia ganti target jadi anak orang kaya lain yang namanya lupa gw pokoknya yang slutty itu. Eh si anak buah mafia hongkong ini tolol juga, salah culik malah nyulik tala. Lagian cantiknya gak realistis sih, diasangkanya kan anak orang kaya. Adegan selanjutnya nonton sendiri deh, gak seru kalo gw ceritain semua, akhirannya pokoknya si musa mati dan akhirannya tala, ibunya sama om tolol mutusin balik ke Indonesia. nah yang gw bingung napa kaga dari dulu dah, orang ibunya udah gak bisa kerja gara2 sakit-sakitan, anaknya juga jadi gak bisa sekolah, dan si om tolol kan gak perlu jarinya dipotong terus si musa gak perlu mati deh.

Kira-kira itu ceritanya, dari segi sinematografi banyak kesalahan shoot menurut gw, ada adegan lagi ngobrol malah posisi kamera ngebelakangin mereka, padahal itu dialog penting, terus segi scoring sepanjang film pake scoring semua, ya jadi jelek lah, lalu segi acting ya standar sinetron aja sih. Tapi tentu aja ada sisi positif dari film ini, tatjana saphira actingnya gak kaku, dan dia cantik banget (penasaran kenapa dia mau ambil bagian di film ini) lalu pahanya kimberley ryder yang mulus banget, itu aja sih sisanya busuk.

Tapi karena waktu itu gw lagi pengen nonton film busuk, maka film ini gw kasih rating 8/10 untuk segala kebusukannya, dan sangat tidak mengecewakan. Gw bisa denger satu studio bilang "apaan sih?" dsb, bukti mereka juga terpuaskan seperti gw wkwk

Kamis, 22 Mei 2014

Directorial debut

Finally I made my first short movie!!! Well, it's not actually deserved to be called a short movie, since it only runs for 3 minutes, but let me call it my first spoof, haha.
I shoot this movie with help from my partners (I won't make it without them) Ario and Abul with actors, Upan, Acenk, Abay, and Firdi. This spoof was made without any exact script, but the actors are doing good on screen, I never knew that Upan and Acenk have talent in acting, they're so natural!!
The story is based on my late grandfather who died after a heart attack by eating fermented food (in Indonesian is called Tape) it's kinda unethical and I experienced unfortunate situations after shooting this, such as my laptop suddenly got broken and some others, not really remember. But, who cares after all? It's a good entertainment! All my friends whom I told about this story are laughed their ass out. So I just finished it.
Enough the summary, thanks again for anyone involved especially Abul as a Director of Photography and editor of this spoof. Please enjoy!!!

Kamis, 09 Januari 2014

Sepasang Kaos Kaki Hitam

Yap, tulisan ini gue buat setelah gue baca cerita dari forum H2H di kaskus dengan judul "sepasang kaos kaki hitam". Salah sih sebenernya baca cerita ginian, ada tugas esai deadline besok yang progress-nya 0%, padahal kebiasaan gue abis baca sebuah karya fiksi ya selama beberapa saat bakalan tenggelam di dunia tersebut, kira-kira 2 harian lah baru normal lagi hehehe. Yah itung-itung tulisan ini buat pemanasan nulis esai tersebut.

Secara overall, cerita ini menceritakan tentang Ari, seorang pegawai yang sedang merintis karirnya pasca lulus kuliah di daerah Karawang. Yap orang tersebut sebenernya biasa-biasa aja kayak pegawai rendahan awal merintis lainnya, namun dia punya kelebihan yaitu sangat humoris. Pada malam pertama dia ngekos di daerah Karawang itu, di sebrang kamar kosannya ada penghuni cewek misterius yang membuka pintu kamarnya dan memakai pakaian mencolok, yaitu kaos kaki panjang berwarna hitam di atas lutut yang tidak umum dipakai orang. Ari lalu berkenalan dengan Indra yang berkamar di sebelahnya dan mereka tidak butuh waktu lama menjadi teman dekat. Setalah itu Indra mengenalkan Ari ke temannya bernama Echi dan mereka saling suka dan akhirnya pacaran. Namun tidak lama berselang Echi meninggal dunia dan menyisakan kesedihan mendalam buat Ari. Beberapa saat kemudian, muncul darah dari kamar cewek misterius di seberang kamar Ari, Ari dan Indra menolong cewek tersebut dan mereka bertiga berkenalan dan akhirnya menjadi sahabat seiring berjalannya waktu. Cewek misterius tersebut bernama Mevally dan biasa dipanggil Meva, yang ternyata memiliki kecanduan pada rasa sakit, sehingga sering melukai diri sendiri. Meva memakai kaos kaki hitam panjang dan stocking hitam untuk menutupi bekas luka yang ada di kakinya. Seperti kisah cinta lain, akhirnya Ari yang tadinya menganggap aneh Meva mulai bersimpati pada gadis ini dan merekapun mulai dekat. Meva yang ternyata periang mengisi hidup Ari yang sempat depresi akibat ditinggal Echi, sedangkan Ari yang humoris dan filosofis membantu Meva dalam mengisi kehidupannya yang ternyata dipenuhi kesepian yang amat mendalam. Lalu ada karakter bernama Lisa yang sangat menyukai Ari.

Secara garis besar itulah cerita dari buku tersebut, ada 3 hal inspiratif yang saya dapat dari buku ini, yang pertama ialah filosofi bidak pion yang menyatakan sosok Meva sama seperti pion, dianggap tidak begitu berguna, dipandang sebelah mata dan kerap dikorbankan. Namun, pion tersebut, setelah melewati cobaan dan melangkah ke kotak terakhir, akan berubah menjadi bidak lain: baik benteng, peluncur, kuda, dan menteri. Ya, pion tersebut akhirnya dianggap setelah bertransformasi. Meva dalam cerita ini akhirnya berhasil menjadi menteri setelah berhasil menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sosok orang yang berbeda dan tidak lagi memiliki penyakit suka menyakiti diri sendiri, begitu juga Ari yang akhirnya dipromosikan ke perusahaan yang lebih besar.
Filosofi kedua iyalah tentang seorang pelukis yang pelukisnya dirusak Tuhan. Tuhan merusak lukisan tersebut karena berpendapat bahwa ada lukisan yang lebih baik yang bisa dibuat lukisan tersebut. Filosofi ini diberikan Ari kepada Lisa yang sangat menyukainya namun Ari tidak dapat menerima perasaan Lisa karena sangat mencintai Meva.
Lalu tentang memori. "Mengapa memori itu terasa manis dan indah?" "Karena hanya terjadi sekali itu yang membuatnya spesial." memori memang sesuatu yang spesial, sungguh itu aja yang bisa gue tulis.

Dari novel ini gue jadi bersyukur selama momen kuliah gak menemukan orang yang bener-bener meninggalkan memori yang berkesan kayak Ari dan Meva. Gila aja, selama 4 tahun kenal deket banget akhirnya mereka harus berpisah gara-gara masalah klasik dalam kisah percintaan tragis, yaitu agama. Ari akhirnya memutuskan buat tidak lagi berhubungan dengan Meva dan menikah dengan orang lain karena tidak mampu untuk menyelesaikan masalah keyakinan tersebut. Wah padahal pas masih sekosan setiap hari mereka ketemu dan sering tidur bareng (bukan sex tapi), berbagi keluh kesah bareng, wah gak kebayang kalo gue diposisi gitu, pusying lah pasti, haha.

Buat yang mau baca novel dengan bahasa yang mudah dicerna dan berlatar kejadian sehari-hari dan juga menyayat-nyayat hati, ini sangat direkomendasikan. Semoga kisah ini dibuat versi layar lebarnya, sukses terus buat penulis buku ini, Ari sang pujangga lama

Kamis, 21 November 2013

Pandangan pribadi mengenai seks di luar nikah



Sebuah trit dari forum bernama Kaskus mengusik gue untuk menulis tulisan ini, yah kalo mau liat ini link ke trit-nya: http://www.kaskus.co.id/thread/521301a419cb170106000001/cewek-yg-mau-mau-aja-ml-sama-pacarnya-itu-p3lacur-gratisan/102.
Dari trit tersebut, penulis dengan galaknya menyebut perempuan-perempuan yang menyerahkan keperawanannya kepada pacarnya merupakan tindakan yang lebih ”murah” dari pelacur, karena mereka ibarat kata “pelacur pribadi”, pemuas seks yang gratis. Meskipun penulis trit tersebut agak sedikit nyeleneh, dia punya dasar dan argumentasi yang tepat dalam mengidentifikasi kasus tersebut, namun gue gak akan ngebahas lebih jauh untuk trit tersebut sama aja kayak review dong… tugas kuliah udah banyak masih aja review artikel begituan haha. Gue di sini mau berpendapat mengenai sikap gue tentang fenomena yang coba dijelaskan oleh penulis dalam trit tersebut (kalo mau liat isi trit-nya udah aa kasih link ya tinggal liat aja).
Kalo ngomongin masalah beginian pake perspektif agama Islam yah jelas udah dinistai banget sama Allah SWT lewat hukum-hukumnya, bahkan hukuman rajam (ditimpukin batu tapi badan dikubur setengah) mengancam sebagai ganti hukuman di neraka (pokoknya gue nangkepnya hukuman ini kalo udah diberlakukan di dunia, di akhirat udah gak perlu diberlakukan lagi). Tapi karena gue anaknya gak relijius-relijius amat dan males pake perspektif keilmuan, gue mau nulis tentang pandangan gue pribadi. Gak muna juga sih gue kalo ngeliat cewek cantik lewat dan kebetulan badannya bagus pasti punya pikiran-pikiran kotor (not to mention mereka biasanya pake pakaian yang “mengundang”) atau gw juga sempet kepiran mau ngerasain sensasi-sensasi dari seks yang menurut semua media yang gw baca dan lihat merupakan “kenikmatan dunia”. Menurut gw itu sih masih wajar kalo masih normal, kecuali lo maho atau aseksual mah itu masih dimaklumin. Tapi meski begitu gue sebisa mungkin menghindari segala bentuk kemesuman tersebut sampai gue nikah karena gue selalu punya pemikiran old-school sejak kecil kalo hal-hal tersebut itu sakral, butuh ikatan yang resmi dan juga tanggung jawab yang besar. Man, gue udah umur kepala dua harus pelan-pelan menjadi “pria” gak boleh stuck di kategori “cowok” mulu. Alasan kedua gue mikirin nanti pas posisi gue jadi orang tua dan udah punya anak perempuan, pasti bakalan sakit hati kan kalo anak gue ternyata mempraktekkan seks di luar nikah sama pacarnya, jangankan sampe seks, dipegang-pegang cowok kaga jelas aja mungkin gak rela gue.  Mungkin lebih mudah kalo lo punya saudara perempuan, tapi karena gue gak punya itu jadi dasar pemikiran gue.
Gak mau nge-judge orang yang mempraktekkan seks diluar nikah sih, pada hamil juga bukan urusan gue sebenernya. Gak muna juga sebenernya gue juga nyari pacar dan gak sok suci juga dengan mengampanyekan zero-interaction antara laki-laki dan perempuan, tapi yang pasti gue mau ketika pasangan gue di masa depan ngasih tau kalo dia hamil, kita berdua mengangis bahagia akan memiliki keturunan untuk melengkapi kebahagiaan kita. Bukannya badan panas dingin gelisah terus nyari dukun aborsi buat ngebunuh calon anak yang gak punya salah dan setelah melakukan perbuatan tersebut menyesal di kemudian hari.

New entry



It’s been awhile since I write in my blog, well I think I’ve just got distracted by things that prevent me to do productive activities haha. Yes, I’m on the last term of my university career, a several bunch of classes and the final boss, I would graduate and would be adding 3 letters in my name, SIP. As you can see, my college career is rather being below average, but I never really regret it (only a bit, about 5% haha). People call me stupid, I don’t care. Well maybe when I first got into this so called number one university in Indonesia, I was very determined and motivated, but then I lost the reason why I should maintain such spirit, and after years of attending classes and doing assignments, it revealed that I don’t like these kinds of thing. Everyday doing such boring things like reading books about research talking about anyone else’s theories rather than them own and doing papers about phenomenon with so called academic way of writing, boo it’s really boring! For some people it’s their lives, they love to do it, but not me, I’m just completely not into it. The other justification is, the main reason I got here is because I had to prove to everyone that I’m not a mere looser that day, so I studied days and nights to fight and prove these kinds of thing. I would really like to maintain those spirits but 21 years of living I realized something about a life I should carry on, I don’t have to do things I don’t like.
I once thought that I don’t have any passion, it really making scared out of me since passion is what defines you, what makes you a human being, what makes you stay alive. Then I re-thought about things I really fallen in love with since I was a little kid, it’s in the motion pictures. My parents are entertainment business practitioner, my father works on TVRI, the first TV station in Indonesia and he also a music video director specially dangdut music videos. My mother in the other hand is an artist manager, she manages artist activities and administration things and got money from the percentage of the money the artist make, but she doesn’t have the official label yet, she’s just an agent but she still planning for creating a legit label so the profit would be multiplied. From the description above, as a kid who used with entertainment managing business, I grow interest in it, the money raised from that business is not bad at all, it could manage my parents to run a family, the works also aren’t really that complex such as doing boring researches and other complex jobs outside there. But I want to step much forward than my parents, I want to be a movie director. Since I was a baby, my parents are moviegooers, they brought me to the cinema at least once in a month, they’re movie lovers (even though my father lost interest in it) it grows my interest in it. Maybe as an amateur, It’s pretty hard for me to start over, to write scripts, to think about details, and a story that worth being an artistic movie, but I’m not giving up yet, I would do my best to learn and eventually be great like Fincher, Nolan, and Quaron, top 3 my all time favorite!!!

New blog

blog baru coy... yang riduch.blogspot lupa password. yah sekalian membuka lembaran baru dengan entri-entri baru sih, tsahhh